Cara Meningkatkan Tenaga Vario 125 untuk Harian

Bagaimana sih, cara meningkatkan tenaga vario 125 untuk harian yang paling mudah dan simple? Mungkin itulah pertanyaan yang muncul dibenak pemilik Honda vario 125 yang merasa motornya kurang bertenaga.

Sebenarnya banyak cara untuk membuat performa motor dan menjadikan tenaga mesin jadi makin ngacir. Mulai dari cara yang ringan-ringan saja sampai cara yang ekstrim dengan melakukan bore up.

Namun kali ini Biangcara akan membagikan tips cara mudah meningkatkan tenaga vario 125 yang loyo jadi makin bertenaga yang cocok dipakai buat harian.

Cara Meningkatkan Tenaga Vario 125 untuk Harian

Langkah pertama yang paling gampang adalah dengan mengganti roller dengan bobot yang lebih ringan. Roller dengan bobot yang lebih enteng, membuat roller lebih lambat terlempar pada jalur lintasannya.

Akibatnya, rumah roller juga lebih lambat mendorong vanbelt sehingga bukaan vanbelt bagian depan jadi ikut lambat. Hal ini membuat akselerasi motor jadi lebih enteng, karena posisi v-belt saat di bawah bertahan lebih lama.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah bobot roller cukup turun 1-2 gram saja, bisa pakai milik vario 150 yang lebih ringan sekitar 2,5 gram. Jika terlalu enteng, justru pada putaran atas mesin akan meraung lebih keras untuk mencapai top speed. Bahkan bisa berpengaruh pada top speed yang akan turun.

Selain mengganti bobot roller yang lebih ringan, pulley bagian belakang juga perlu sedikit ubahan. Perhatikan tekanan pada secondary sliding sheave di pulley belakang.

Jika tekanan per CVT tidak dibuat lebih keras, akan membuat vanbelt lebih cepat bergerak masuk ke dalam secondary sheave. Akibatnya vanbelt jadi slip saat gas dibetot secara mendadak atau saat diajak akselerasi secara spontan.

Nah, salah satu cara meminimalisir kejadian tersebut adalah dengan mengganti per CVT dengan yang lebih keras. Bisa menggunakan per CVT aftermarket yang ada dipasaran, atau bisa juga subtitusi milik Honda PCX 150 dengan kode part 23233-K36-J00.

Baca juga: Cara Meningkatkan Performa Honda PCX 150

Per CVT kepunyaan PCX 150 ini, ukurannya lebih tinggi atau lebih panjang dari bawaan vario 125. Jika dipasang pada vario 125, membuat tekanan per jadi lebih kuat disebabkan ukurannya yang lebih tinggi.

Cara Meningkatkan Performa Vario 125

Hasilnya membuat v-belt akan tertekan lebih kuat sehingga pergerakan secondary sliding sheave lebih lambat dibanding memakai per CVT bawaan.

Baca juga: Gejala Kerusakan CVT Motor Matic yang Perlu Diketahui

Dengan kombinasi pemakaian roller yang lebih ringan dan per CVT kepunyaan PCX 150 ini, akan membuat rasio bukaan vanbelt bagian depan dan belakang berlangsung lebih enteng dari kondisi bawaan pabrik.

Perlu diperhatikan juga, ketika memilih per CVT jangan terlalu keras. Jika terlalu keras berakibat pulley sulit mancapai titik rasio maksimal akibat tekanan berlebih pada belt, sehingga akan berdampak pada penurunan top speed.

Karena tekanan yang keras pula, membuat roller perlu menekan pulley primer lebih keras sehingga berdampak pada usia pakai roller. Selain itu mesin juga akan meraung lebih keras diputaran atas.