Cara Belajar Membaca Al Qur’an untuk Pemula

Bagi Anda yang ingin belajar membaca Al Qur’an, Biangcara punya tips mudah cara belajar membaca Al Qur’an untuk pemula agar cepat bisa membaca Al Qur’an. Lalu, apa saja tips membaca Al Qur’an agar cepat bisa? Berikut uraian selengkapnya.

Al Qur’an merupakan kitab suci agama Islam yang menjadi pedoman hidup umat Islam. Setiap umat Islam semestinya bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar serta mengerti dan memahami maknanya. Sebab, setiap muslim yang membaca Al Quran akan mendapat pahala yang begitu besar, apalagi disertai dengan memahami maknanya, tentu pahalanya akan berlipat ganda.

Bukan hanya orang yang lancar dan bagus bacaan Al Qur’an-nya saja yang akan mendapat pahala, orang yang baru belajar satu huruf saja dari Al Qur’an, dia akan mendapat pahala yang besar. Karena dia telah bersungguh-sungguh mempelajari Al Qur’an.

Oleh karena itu, jika belum bisa membaca Al Qur’an harus giat dan rajin mempelajarinya. Nah, agar cepat bisa membaca Al-Qur”an dengan baik dan benar, berikut beberapa tips cara belajar membaca Al Quran untuk pemula.

Cara Belajar Membaca Al Qur’an

Dibawah ini beberapa cara belajar Al Qur’an bagi pemula agar cepat bisa dan fasih membaca Al Qur’an.

1. Mengenal Huruf Hijaiyah

Al Qur’an menggunakan bahasa Arab, sehingga cara pertama belajar membaca Al Qur’an yang benar adalah mempelajari ejaan bahasa Arab. Dengan cara, mengenal dan memahami huruf hijaiyah, baik dari segi bentuk atau pun cara mengucapkan setiap huruf hijaiyah.

Anda harus paham terlebih dulu cara baca yang tepat dan benar setiap huruf hijaiyah. Oleh katena itu, langkah awal belajar membaca Al Qur’an adalah dengan cara mempelajari dan menghafal cara membaca huruf hijaiyah yang terdiri dari 29 huruf.

2. Mengenal Tanda Baca

Cara Belajar Huruf Hijaiyah

Setelah hafal cara baca yang tepat dan benar huruf ejaan bahasa Arab (huruf hijaiyah), langkah selanjutnya adalah mempelajari tanda baca bahasa Arab yang disebut dengan harakat. Harakat berfungsi menentukan pengucapan dari setiap huruf hijaiyah.

Walaupun hurufnya sama, jika harakatnya berbeda, bacaannya juga berbeda. Oleh karena itu, Anda harus paham fungsi dari masing-masing harakat. Berikut beberapa harakat dalam bahasa Arab.

Fathah

Tanda baca fathah berbentuk garis horizontal yang terletak di atas huruf hijaiyah. Fathah melambangkan fonem ‘a’. Contohnya, huruf Alif yang diberi tanda baca fathah dibaca ‘a’ atau huruf jim diberi tanda baca fathah dibaca ‘ja’.

Kasroh

Seperti tanda baca fathah, tanda baca kasroh juga berbentuk garis horizontal, namun letaknya berada di bawah huruf hijaiyah. Kasrah melambangkan fonem ‘i’. Contohnya, huruf Alif yang diberi tanda baca kasrah dibaca ‘i’ atau huruf jim diberi tanda baca kasroh dibaca ‘ji’.

Dommah

Dommah mempunyai bentuk mirip dengan huruf waw kecil yang terletak di atas huruf hijaiyah. Dommah melambangkan fonem ‘u’. Contohnya, huruf Alif yang diberi tanda baca dommah dibaca ‘u” atau huruf jim diberi tanda baca dammah dibaca ‘ju’.

Sukun

Sukun adalah harakat yang bentuknya bulat kecil yang berada di atas huruf hijaiyah. Harakat sukun melambangkan matinya suatu huruf. Contohnya kata ‘iman’ yang terdiri dari alif di kasroh dibaca ‘i’, mim di fathah dibaca ‘ma’ dan nun di dommah menghasilkan huruf ‘n’. Jadi menghasilkan kata ‘iman’.

Tanwin

Tanwin adalah tanda baca yang menghasilkan konsonan huruf ‘n’. Tanwin terdiri dari tiga jenis yaitu,
Fathah tanwin melambangkan fonem ‘an’
Kasroh tanwin melambangkan fonem ‘in’
Dommah tanwin melambangkan fonem ‘un’

Contohnya, huruf ‘ba’ di fathah tanwin dibaca ‘ban’, jika dikasroh tanwin dibaca ‘bin’, jika di dommah tanwin dibaca ‘bun’.

Tasdid

Tasdid merupakan tanda baca yang bentuknya mirip dengan huruf ‘w’ kecil yang berada di atas huruf hijaiyah. Tanda baca tasdid melambangkan matinya huruf dan hidupnya suatu huruf.

Jika ada huruf hijaiyah di atasnya diberi tasdid, maka dibaca mati kemudian di baca hidup. Misalnya kata ‘illa’, terdiri dari alif dikasroh dibaca ‘i’, lam ditasdid dan difathah menghasilkan konsonan huruf mati ‘l’ dan huruf hidup ‘la’ Jadi dibaca ‘illa’.

3. Mengenal Perubahan Bentuk Huruf Hijaiyah dalam Kalimat

Setelah paham ejaan huruf hijaiyah dan tanda baca dasar bahasa arab, Anda juga perlu memahami perubahan bentuk huruf hijaiyah yang digandeng menjadi rangkaian kata atau kalimat.

Misalnya huruf ‘jim’ jika di awal kata bentuknya bagaimana, di tengah dan di akhir kata bentuknya bagaimana. Sehingga Anda tahu kalau itu adalah huruf ‘jim’. Oleh karena itu Anda harus mengerti perubahan bentuk setiap huruf hijaiyah yang disusun menjadi sebuah kata atau kalimat.

4. Mempelajari Tajwid

Agar bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar, Anda harus mempelajari bacaan tajwid. Ilmu tajwid digunakan untuk melafalkan bacaan huruf dan kalimat Al Qur’an dengan baik dan benar.

Cukup banyak ilmu tajwid yang harus dipelajari, seperti bacaan yang harus dibaca jelas, dibaca berdengung, dibaca panjang atau pendek, boleh berhenti (waqof) atau diteruskan (wasol) dan banyak lagi.

Dalam mempelajari ilmu tajwid sebaiknya Anda minta bimbingan teman, atau saudara yang sudah fasih membaca Al Qur’an. Bisa juga Anda minta dibimbing seorang guru yang memang ahli dan paham ilmu Al Qur’an.

Dengan adanya seorang pembimbing, Anda akan lebih mudah memahami ilmu tajwid. Karena Anda akan langsung dijelaskan dan diberi contoh bacaan yang benar sekaligus mengoreksi bacaan Al Qur’an Anda.

5. Belajar dengan Rajin dan Bersungguh-sungguh

Ketika ingin meraih keberhasilan diperlukan kesungguhan dalam berusaha, termasuk belajar membaca Al Qur’an. Mungkin saat ini Anda masih terbata, namun dengan rajin dan bersungguh-sungguh belajar Al Qur’an, lambat laun Anda akan bisa membaca Al Qur’an secara lancar, baik dan benar.

6. Pelajari dengan Teliti dan Sering Berlatih

Selain rajin dan sungguh-sungguh, Anda juga harus teliti dengan setiap isyarat tanda baca dalam Al Qur’an dan bagaimana cara membacanya. Karena itu, dengan sering berlatih membaca Al Qur’an Anda akan lebih familiar dengan ragam dan jenis tanda baca dalam Al Qur’an.

Seperti harus dibaca pendek, panjang satu harokat atau lima harokat. Jika nafasnya tidak kuat baiknya berhenti dimana dan bagaimana cara melanjutkannya dan lain sebagainya. Semua itu perlu ketelitian ketika membaca Al Qur’an.

7. Bantuan Pembimbing

Guru pembimbing diperlukan bagi pemula yang ingin cepat bisa membaca Al Qur’an. Karena guru pembimbing dapat menjelaskan dan memberi contoh secara langsung bagaimana cara membaca yang benar.

Selain itu, Anda juga dapat menanyakan bacaan mana yang sekiranya belum paham. Keuntungan lainnya, ada yang mengoreksi secara langsung bacaan Al Qur’an Anda, apakah sudah benar apa belum. Sehingga, jika ingin cepat bisa membaca Al Qur’an, bantuan guru pembimbing sangat diperlukan.

Demikian cara membaca A Qur’an untuk pemula agar cepat bisa. Tetap semangat belajar membaca Al-Quran dan semoga bermanfaat.